Kira-kira itu informasi yang aku dapat dari joki kecilku pagi ini. Perasaan kasian, sedih, terharu, khawatir dan juga bangga bercampur aduk. Ketika pertama kali ngangkut dia untuk bisa melewati daerah Sudirman menuju ke kantor di daerah Kuningan, rasanya hampir ga percaya ada anak sekecil itu pagi-pagi sudah berada dipinggir jalan untuk cari uang. Badannya kurus dan terlihat sekali keluguannya dari kata-kata yang digunakan selama kurang dari 10menit dia bersama aku dan Aris. Aku dan Aris cuma bisa senyum-senyum melihat jawaban-jawaban dan tingkahnya...lugu dan sangat anak kecil sekali. Aku jadi ingat anak sendiri dan ponakan-ponakanku. Miris rasanya...membandingkan keadaannya. Sekecil dia tapi sudah harus bertanggung jawab mencari uang sendiri untuk sekolahnya. Bagaimana nasibnya nanti kalau sistem 3-in-1 diganti dengan sistem seperti tol, berarti hilang "mata pencaharian" Aisah ya...Mudah-mudahan kamu jangan sampai putus sekolah ya Aisah...Hati-hati ya Nak!!!
Selasa, 26 Februari 2008
Namaku Aisah
Kira-kira itu informasi yang aku dapat dari joki kecilku pagi ini. Perasaan kasian, sedih, terharu, khawatir dan juga bangga bercampur aduk. Ketika pertama kali ngangkut dia untuk bisa melewati daerah Sudirman menuju ke kantor di daerah Kuningan, rasanya hampir ga percaya ada anak sekecil itu pagi-pagi sudah berada dipinggir jalan untuk cari uang. Badannya kurus dan terlihat sekali keluguannya dari kata-kata yang digunakan selama kurang dari 10menit dia bersama aku dan Aris. Aku dan Aris cuma bisa senyum-senyum melihat jawaban-jawaban dan tingkahnya...lugu dan sangat anak kecil sekali. Aku jadi ingat anak sendiri dan ponakan-ponakanku. Miris rasanya...membandingkan keadaannya. Sekecil dia tapi sudah harus bertanggung jawab mencari uang sendiri untuk sekolahnya. Bagaimana nasibnya nanti kalau sistem 3-in-1 diganti dengan sistem seperti tol, berarti hilang "mata pencaharian" Aisah ya...Mudah-mudahan kamu jangan sampai putus sekolah ya Aisah...Hati-hati ya Nak!!!
Langganan:
Poskan Komentar (Atom)
2 komentar:
Poor Aisyah.... Miris memang mendapati kenyataan kerasnya hidup di Jakarta. Yg ga mungkin jadi mungkin, yang haram jadi halal. Tp Aisyah merupakan potret perjuangan hidup di ibu kota yg kejam & keras.
I can do nothing, cm bs berdoa semoga Aisyah bisa terus berjuang bertahan hidup & memperbaiki perekonomian keluarganya. Bukan tidak mungkin 20 tahun yang akan datang, Aisyahlah yang menjadi salah satu pengguna Joki 3 in 1, atau pengguna tol yang ada di jakarta. AMIN....
Inget Reff lagunya Iwan Fals, yang judulnya: Sore Tugu Pancoran
....
anak sekecil itu berkelahi dengan waktu
demi satu impian yang kerap ganggu tidurmu
anak sekecil itu tak sempat nikmati waktu
dipaksa pecahkan karang lemah jarimu terkepal
....
Poskan Komentar